Archive for July, 2006

Ode To My Brothers

Tuesday, July 25th, 2006

Why do you have to spit thoughtless words?

You may cause one’s heart bleeding,

You may cause one crying,

You may cause one give up of living,

Maybe you just don’t know or you were just joking,

Or maybe you are just the type who just don’t care about other’s feeling,

Yes, dear, we are free to speak (or critisize, some intellectuals may claim)

But we are not allowed to hurt others

I’m wondering as well, how does it feels stabbing behind your friend?

Well, it’s just another reason why God created HELL

I know, to you apologize destroy your pride

Or maybe your mother didn’t teach you the word ’sorry’

And for me forgiveness is not a giveaway without asking

Dear brother, you are a great person that inspires,

I love you and I respect you that’s for sure,

But when mouth does not collaborate with brain,

You are spitting thoughtless words,

And that thoughtless words break the heart,

Dear brother, you are forgiven,

But I will remember every vowels and every consonants,

Nevertheless, we are still brothers…

Rainy Days

Monday, July 3rd, 2006

I received a letter from an old friend of mine. The letter made my cry, after few months of not so. It made me think, have I gone that far? Even when I refused to be part of it, can I just get away with it? This is the letter:

"Arakian, dari tahun 1955 hinggalah ke tahun 2005, sudah 50 tahun Kolej Islam menempa berita dan nama. Dari keberangkatan Tuan Syed Ibrahim Omar Al-Sagoff ke istana raja, berterusanlah kepada rentetan pertukaran namanya. Dari satu ke satu dan ke satu. Namanya berbeda, gugusan cita-cita dan rohnya tetap sama. Lima puluh (50). Ada yang melihatnya hanya sebagai nombor. Ada juga yang melihatnya sebagai usia. Jarang-jarang sekali yang melihat hakikatnya sebagai cahaya. Itu dia pada tahun ke-45, ke tahun yang sekian selepas itu, ada mereka yang menumpang di sebalik restu. Dan mereka itu adalah KITA, warga Kolej Islam Sultan Alam Shah 2000-2001. Cahayanya begitu indah dan anggun. Biasannya mencapah, membentuk seakan-akan sebuah sangkar yang emas warnanya. Kita terkurung, dan ada kalanya lemas meronta-ronta untuk keluar. Dan kemudian kita lelah, dan kemudian kita redha dan kemudian kita bertahan. Tamat tahun 2001,ramai yang telah bebas, namun masih ada juga yang berkurung. Bukan mereka terpaksa, tapi keinginan yang memaksa mereka buat terus bertahan. Kepada kalian, syabas, kerana kalian sungguh beruntung. Berdiri lebih lama di atas tanah waqafan adalah keberuntungan yang tidak kami perolehi. Dan sekarang, semua di antara kita telah berada di luar. Ada yang masih memerhati, ada juga yang sudah berpaling daripada melihat ke arahnya, sebuah sangkar cahaya yang berwarna emas. Namun hakikatnya, maut pun tidak akan dapat memadamkan nama di antara kita, tersenarai sebagai mereka-mereka yang pernah menumpang di lembayung cahayanya. Tidak pernah sekali juga, kita akan dapat memuntahkan bercangkir-cangkir ilmu dan bertalam-talam pengajaran yang telah disuapkan. Apatah lagi memulangkan mutiara-mutiara yang telah dihalalkan. Dan sekarang, semua di antara kita adalah penghutang. Penghutang yang masih belum jelas lagi bayaran hutangnya. 2 di antara kita telah pergi. Tidak tahu siapa lagi selepas ini. Kepada yang masih tertinggal, ingatlah tempat yang dahulunya kita berada. Tanah yang langit dan buminya sama-sama kita junjung dan berpijak dan namanya yang selalu terpuja. 2010 genap sedekad ulang tahun kaki kita menjamah baraqah di bumi waqafan. Dari kejauhan, kedengaran halus bisikan panggilannya. Panggilannya bersulam antara suka dan duka, antara sembuh dan luka, antara rindu dan cinta. Lembut bagai sutera, mencengkam badai rasa"
KISAS memanggil¡K 2010!
AYUH SEKALIAN KITA BERJUMPA!
(prepared by: TAWIL)

Al-Fatihah to my dearest childhood friend who left two hours ago…It hurts when I can’t fulfill your last request.

Just another rainy days…